Monday, May 9, 2011

Input Array / Keyboard

import java.io.*; public class InputKeyboard{ public static String inputString(){ int karakter; String str =""; boolean selesai = false; while(!selesai){ try{ karakter = System.in.read(); if(karakter < 0 || (char) karakter == '\n') selesai = true; else if ((char) karakter != '\r') str = str + (char) karakter; }catch(java.io.IOException e){ System.err.println("Ada kesalahan"); selesai = true; } } return str; } } public class InputArray{ public static void main(String[]args){ String [] namaMhs; int i,j; String dataInput; contoh program menghitung luas persegi panjang lewat input :
---------------------------------------------------------------------- contoh program menghitung besar discount pembelian lewat input :

InputKeyboard

import java.io.*;

public class InputKeyboard{
public static String inputString(){
int karakter;
String str ="";
boolean selesai = false;

while(!selesai){
try{
karakter = System.in.read();
if(karakter < 0 || (char) karakter == '\n') selesai = true; else if ((char) karakter != '\r') str = str + (char) karakter; }catch(java.io.IOException e){ System.err.println("Ada kesalahan"); selesai = true; } } return str; } } public class InputArray{ public static void main(String[]args){ String [] namaMhs; int i,j; String dataInput; System.out.print("Masukan Jumlah Mahasiswa : "); dataInput = InputKeyboard.inputString(); j = Integer.valueOf(dataInput); namaMhs = new String[j]; for(i=0;i

Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) #4

Dasar Bahasa Pemrograman Java
(lanjutan)
Statement Alur Kontrol (lanjutan)
- Perulangan (looping)
- Percabangan (Branching)



Perulangan (Looping)
statement while dan do-while
-Statement while secara berkelanjutan
akan mengeksekusi sekumpulan statement
selama kondisi yang diseleksi bernilai benar
(true), dan eksekusi program akan berhenti
setelah ekspresi kondisi bernilai false.
-Syntax dari statement while adalah sbb:
while (ekspresi) {
statement(s)
}
Contoh program
 Program berikut, akan melakukan
pencetakan nomor urut 1-10 dilayar.
class TestWhile{
public static void main(String[]args){
int bil = 1;
while (bil < 11) {
System.out.println(+bil);
bil++;
}
}
}

Statement tsb dapat juga ditulis dlm bentuk
statement do-while. Syntax nya sbb:
do {
statement(s)
} while (ekspresi);
Sehingga menjadi:
class TestWhile2{
public static void main(String[]args){
int bil = 1;
do {
System.out.println(+bil);
bil++;
} while (bil < 11);
}
}

 Perbedaan antara statement while dengan
statement do-while adalah do-while melakukan
eksekusi terlebih dahulu baru melakukan
perulangan, dan pada do-while program akan
dieksekusi minimal 1 (satu) kali.
 Seperti contoh berikut :
class TestWhile3{
public static void main(String[] args){
int bil = 1;
do {
System.out.println(+bil);
bil++;
} while (bil < 1);
}
}

Statement for
 Statement for digunakan untuk melakukan eksekusi secara
berulang sampai dengan kondisi yang ditentukan.
 Syntax dari statement for adalah sbb :
for (inisialisasi; batasan; peningkatan){
statement(s);
}
 Inisialisasi  nilai awal loop
 Batasan  akhir dari loop (s/d kondisi false)
 Peningkatan  dilakukan setelah setiap iterasi pada loop,
yang dpt digunakan adalah penambahan atau pengurangan

Contoh program
class TestFor {
public static void main(String[]args){
for(int i=1; i<11; i++){
System.out.println(+i);
}
}
}

Program diatas akan melakukan pencetakan nomor 1 sd 10
dilayar.

Statement Percabangan (Branching)
 Statement break
 Statement break memiliki dua bentuk :
berlabel dan tidak berlabel. Kita telah
melihat bentuk yg tidak berlabel di
pertemuan sebelumnya pada statement
switch. break yg tdk berlabel jg dapat
diterapkan untuk menghentikan proses for,
while atau do-while. Seperti contoh
program berikut ini;

class TestBreak {
public static void main(String[] args) {
int[] dataArray = {32,87,3,589,12,1076,2000,8,622,127};
int cari = 3;
int i;
boolean ketemu = false;
for (i = 0; i < dataArray.length; i++) {
if (dataArray[i] == cari) {
ketemu = true;
break;
}
}
if (ketemu) {
System.out.println(“Ditemukan " +cari+ " pd index “ +i);
} else {
System.out.println(cari + " tdk ditemukan dlm array");}
}
}

class TestBreakLabel {
public static void main(String[] args) {
int[][] dataArray = { {32, 87, 3, 589 },
{12, 1076, 2000, 8 },
{622, 127, 77, 955}
};
int cari = 8;
int i;
int j=0;
boolean ketemu = false;
pencarian:
for (i = 0; i < dataArray.length; i++) {
for (j=0; jif (dataArray[i] [j] == cari) {
ketemu = true;
break pencarian;
}
}
}
if (ketemu) {
System.out.println(“Ditemukan " +cari+ " pd index “ +i+”, “+j);
} else {
System.out.println(cari + " tdk ditemukan dlm array");}
}
}


Statement continue
 Statement continue “melewati” iterasi yang
sedang berjalan pada perulangan for, while atau
do-while.
 Pada contoh program dibawah ini, akan
dilakukan penghitungan sebuah karakter dari
sebuah kalimat dimana statement continue
akan melanjutkan pencarian selama karakter
yang dicari belum ditemukan dan program
akan melakukan penghitungan jumlah karakter
apabila menemukan karakter yang dicari.

class TestContinue {
public static void main(String[] args) {
String kalimat= “ular melingkar disekitar pagar";
int max = kalimat.length();
int jumlah = 0;
for (int i = 0; i < max; i++) {
//hanya mencari karakter x
if (kalimat.charAt(i) != ‘r')
continue;
//proses hitung karakter x
jumlah++;
}
System.out.println(“Ditemukan sebanyak " + jumlah+ “
karakter dalam kalimat.");
}
}

Statement return
 Statemetn return digunakan untuk keluar dari sebuah
method serta mengatur alur pengembalian terhadap
methodnya.
 Statement return ada dua bentuk; membawa sebuah
nilai dan tidak.
 Untuk membawa sebuah nilai tinggal menambahkan
sebuah nilai (atau sebuah ekspresi yg mengkalklasi nilai)
setelah kata kunci return
return ++hitung;
 Tipe data pada nilai yang dikembalikan harus sama
dengan tipe data yg dideklarasikan pada methodnya. Jika
menggunakan void maka pengembalian nilai cukup
dengan return saja.
return;

Daftar Pustaka
 http://java.sun.com/docs/
 http://java.lyracc.com/artikel/java-untuk-
pemula/
 Springer, Object Oriented Programming
and Java 2nd Edition, Sep.2007

Thursday, April 28, 2011

Cara Islami Berkepribadian Menyenangkan

Untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan bukanlah sesuatu yang sulit, yang pasti ada banyak cara untuk memperolehnya. Namun yang terpenting adalah adanya kemauan dalam diri kita untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan. Sebab dengan memiliki kepribadian ini bukan hanya dapat mempengaruhi kesehatan jasmani dan ruhani orang yang memilikinya, akan tetapi ia juga akan mendapatkan orang lain merasa nyaman berada di sisinya. Maka dari itu, memiliki kepribadian yang menyenangkan bukan saja harus dimiliki oleh seorang dai yang setiap hari tugasnya adalah menyampaikan risalah dakwah kepada masyarakat, namun juga oleh siapapun, dan pada profesi apapun. Sebab hakekatnya manusia di manapun sama, ia akan tertarik kepada sesuatu yang ia lihat menyenangkan, dan akan lari dari sesuatu yang terlihat menjengkelkan.  Betapa senangnya hati kita, ketika kita mendapatkan banyak orang yang menghargai kita, menghormati kita, memperdulikan kita, namun bukan karena ada apa-apanya, tetapi semata-mata karena memang kita memiliki kepribadian yang menyenangkan. Sungguh sangat sengsara seseorang yang selalu mendapatkan pujian orang banyak, sanjungan, perhatian, penghargaan, dan lain-lain, hanya karena orang-orang tersebut takut akan ketidakstabilan emosinya yang kemungkinan bakal mengancam masa depan hidupnya. Percayalah bahwa semua hal yang ia dapatkan berupa sanjungan itu hanyalah semu belaka dan tidak akan bertahan lama. Hal ini karena pujian itu tidak keluar dari dalam hati yang paling dalam, karena ia muncul bersamaan dengan adanya kepribadian yang tidak menyenangkan.

Dalam kesempatan ini, akan saya sampaikan bagaimana cara islami memiliki kepribadian yang menyenangkan, semoga dapat merubah hidup kita menjadi lebih dicintai oleh manusia semata-mata karena mereka merasa nyaman berada di sisi kita.

1. Memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan orang lain.
Salah satu sifat seorang muslim yang berjiwa besar adalah, dalam dirinya selalu tersimpan rasa ingin selalu berkhidmat kepada orang lain dan bukan meminta dikhidmati oleh orang lain. Karena ia merasa yakin bahwa sebanyak itu ia memberikan perhatian kepada orang, sebanyak itu pula ia akan mendapatkan perhatian dari orang lain. Orang lain tak ubahnya sebagai refleksi dari pada diri kita sendiri. Pepatah melayu mengatakan, "jika buruk wajah jangan lalu cermin yang dipecah" tetapi perbaikilah bentuk dan raut wajah, niscaya cermin itu dengan sendirinya akan mengeluarkan pantulan yang indah. Nah, salah satu yang dapat memantulkan bayangan indah dari cermin orang lain itu adalah prilaku kita yang senantiasa ingin memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan orang lain. Tidak ada yang dapat membahagiakan hati kita, kecuali jika kita telah benar-benar membantu dan meringankan beban orang lain, tentu dengan satu keyakinan bahwa Allah Swt. akan senantiasa meridoi segala apa yang kita perbuat. Ada satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Dawud, di mana Nabi Saw bersabda, "Barangsiapa yang diserahi amanat untuk mengurus kebutuhan umat, namun ia lalai atau tidak memperdulikan kebutuhan, kepentingan dan keterdesakan mereka, maka Allah swt. akan memperlakukannya sama dengan tidak akan memperdulikan kebutuhan, kepentingan dan keterdesakannya di akherat kelak".
2. Lemah lembut dan dapat mengontrol emosi
Dalam hidup ini, terkadang dalam hati kita sudah tertanam untuk tidak melakukan perbuatan buruk yang bakal merugikan orang lain, namun perbuatan buruk itu bisa jadi muncul dari orang lain. Ada saja perbuatan orang lain yang membuat kita merasa jengkel dan panas hati, boleh jadi perbuatan tersebut disengaja atau tanpa disadarinya. Seseorang yang memiliki kepribadian yang menyenangkan, ia tidak lantas main hantam dan menyalahkan secara kasar. Namun yang ia lakukan adalah memberikan masukan secara bijak dan penuh kearifan. Boleh jadi dengan kearifannya ini akan membekas di hati orang yang berbuat salah kepadanya, sehingga di hari kemudian orang tadi menjadi orang yang selalu merasa takut berbuat kesalahan sekecil apapun berkat nasehat dan masukan yang arif tersebut.

Sungguh besar pahala kita jika kita mampu merubah jalan hidup orang lain hanya semata-mata sikap lemah lembut dan kemampuan kita mengontrol emosi itu. Ketimbang, jika yang kita lakukan adalah memaki dan memarahinya seolah-oleh tidak ada kata maaf dan introspeksi dalam kamus diri kita. Rosulullah Saw. adalah tauladan yang paling baik, bagaimana beliau bersikap terhadap orang 'ndeso' yang pernah menjambak selendang beliau di tengah orang banyak secara kasar, sampai-sampai akibat jambakan tersebut leher Rosulullah merah memar. Lalu orang itu dengan keras berkata, “Wahai Muhammad beriakanlah sebagian harta yang kau miliki...” Para Sahabat yang ada di sekitar nabi ingin marah, tapi sikap rasulullah ketika itu malah memberikan senyumannya kepada orang itu, lalu dengan penuh kasih sayang beliau berikan seledang yang beliau punya kepada orang tadi.  

3. Mampu memberikan reward dan empatik kepada orang lain
Salah satu ciri orang yang memiliki kepribadian yang menyenangkan adalah ia mudah memberikan reward atau penghargaan berupa pujian tulus kepada orang yang telah berbuat baik sekecil apapun. Kata-kata seperti, "oh, memang betul-betul hebat kamu yah, atau, "wah, coba kalau tidak ada kamu tadi, bisa lain urusannya", dan lain-lain yang menggambarkan bahwa kita benar-benar dapat menghargai karyacipta orang lain. Coba kita bandingkan dengan ungkapan berikut, "ah, kalau  itu sih siapa juga bisa", atau "yah, lumayan lah nggak jelek-jelek banget sih" dan yang semisalnya. Betapa kata-kata ini menampakkan kita belum dapat menghargai apa yang dilakukan orang lain. Coba kita lihat bagaimana Rosulullah ketika ada sesorang yang sedang bicara dengannya, maka dengan penuh khusuk beliau hadapkan badan, telinga, dan matanya untuk memperhatikan lawan bicaranya, dan tidak pernah beliau memotong pembicaraan orang tersebut, sampai ia benar-benara telah selesai dari pembicaraannya. Hal ini betapa beliau mengajarkan kepada kita untuk selalu menghargai orang lain, dan inilah caranya agar kita dapat memiliki kepribadian yang menyenangkan sehingga orang lain merasa nyaman berada di sisi kita.

4. Tidak membuang muka kepada orang yang suka maksiat
Dalam lingkungan kita terkadang ada orang yang dianggap sampah masyarakat. Kegemarannya adalah mencari keonaran dan membuat kerusuhan dalam masyarakat. Banyak orang yang dalam menghadapi orang semcam ini, malah mengucilkannya. Sampai-sampai ada kesepakatan untuk tidak melakukan hubungan dengan orang tersebut. Sebagai seorang muslim yang kuat, yang tentunya memiliki keyakinan akan adanya kebaikan dalam diri orang tersebut, kita tidak boleh lekas-lekas memutuskan hubungan dengannya. Akan tetapi kita berusaha untuk selalu mencari celah mengajaknya kembali kepada jalan yang benar. Bahkan harus kita ciptakan strategi yang membuatnya dapat luluh untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang tercela itu. Terkadang untuk mewujudkan hasil ini, perlu sesekali kita mengikuti dunia hitam yang orang itu geluti seperti dunia malam, hiburan, perjudian, dll…namun ada satu misi yang kita tuju, yaitu kita akan merubah jalan hidup orang tersebut sekiranya kita telah berhasil meraih hati orang tersebut.

Ada satu contoh yang menarik dari cara dakwah seorang wali songo yang ikut menggunakan wasilah musik dan kesenian daerah untuk dijadikan sarana dakwah, ia gunakan wasilah yang sama namun isi dari pertunjukan itu ia rubah menjadi nada-nada dakwah kepada jalan Allah. Berapa banyak orang yang awalnya tidak tau agama lalu menjadi tertarik dengan ajaran agama dengan cara seperti itu. Kuncinya adalah, agar kita tidak lekas memandang sebelah mata terhadap orang-orang yang kadung dianggap sebagai sampah masyarakat.    

5. Tidak bersikap angkuh
Banyak orang mengira bahwa dengan bersikap angkuh akan menjadikan diri kita disegani oleh orang lain, yang betul justru sebaliknya orang akan enggan bergaul dengan kita. Dalam realitas hidup bisa jadi ada orang yang merasa minder melihat kesuksesan hidup yang diraih oleh kita misalnya, rasa minder ini lalu akan melahirkan rasa rendah diri dan kurang bersahabat dengan kita. Pada saat inilah kita perlu menunjukkan sikap rendah hati kita untuk memulai mencairkan kondisi dengan bersikap ramah dan tawadu kepada mereka. Hal ini pula yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, ketika ada seseorang yang hendak menghadap kepada beliau untuk suatu keperluan, namun karena besarnya wibawa rasulullah maka orang tersebut menjadi gugup dan tidak percaya diri, dengan santun kanjeng Nabi berkata, "santai saja, Aku bukanlah Malaikat, aku hanyalah seorang anak ibu dari suku Quraisy yang juga sama-sama makan bubur nasi". Sikap tawadu inilah yang membuat suasana menjadi cair dan berjalan normal, sehingga orang lain merasa senang berada disisi kita. Lalu coba kita bedakan dengan sikap syetan yang berkata, "sesungguhnya Aku lebih mulia dari Adam, karena aku diciptakan dari api, sedang Adam dari tanah," (Q.S. Shad:76).
     
Demikianlah di antara cara bagaimana memiliki kepribadian yang menyenangkan, semoga dengan bekal cara ini kita dapat memperoleh target dari sebuah pergaulan hidup yaitu menyebarkan keindahan-keindahan ajaran Allah Swt, baik dengan cara lisan maupun dengan amal perbuatan. Siapa tau, banyak orang yang tertarik kepada Islam bukan hanya disebabkan keindahan ajarannya saja, namun karena ketertarikan mereka kepada perangai yang menyenangkan dari yang kita miliki itu. Amin ya Rabbal ‘Alamin. 

Ditulis oleh Ustadz Muladi Mughni, Lc. 

Tuesday, April 19, 2011

Konsep Kebahagiaan Dalam Islam

Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan. Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan kekuasaan sesrorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain.
Lantas apakah yang disebut"bahagia' (sa'adah/happiness)?
Selama ribuan tahun, para pemikir telah sibuk membincangkan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat Barat sebagai: "Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan.
Islam menyatakan bahwa "Kesejahteraan' dan "kebahagiaan" itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanva dapat dinikmati dalam alam fikiran belaka.
Keselahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta'ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.'
Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan (iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya?
Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ma'rifatullah", telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan:
"Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan nikmat, kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut perasaan masing-masing. Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah, kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dan tubuh manusia.
Ada pun kelezatan hati ialah ma'rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata akan sangat gembira kalau dia dapat herkenalan dengan seorang pajabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden.
Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan  oleh manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma'rifat yang lebih lezat daripada ma'rifatullah.
Ma'rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah (Laa ilaaha illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi, manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah.
Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri.
Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa "Tiada tuhan selain Allah", dan bersakssi bahwa "Sesungguhnya ad-Din dalam pandangan Allah SWT adalah Islam."
Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.
Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah suatu program pendidikan (ta'dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya.
Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.
Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Igbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Penyair besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam diri seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.
Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacarn itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar.
Dalam kondisi apa pun. maka "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih.
"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.
"Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu..."
"Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu..."
Mudah-mudahan. Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin.
Ditulis oleh Ustadz Abdul Latief    

Friday, April 15, 2011

Keunggulan orang beriman

Mengapa org beriman jauh dari stress, frustasi apalagi bunuh diri (kecuali org kafir QS 3:185) Karena orang beriman yaqin segala pristiwa, ALLAH putuskan dg RAHMAT, ILMU & KEBIJAKANNYA, berarti segala pristiwa ada rahmat & hikmahNYA (QS 57:22). Sakit itu ampunan dosa, musibah itu derajat, kematian itu ridhoNYA, masalah-masalah pengajaranNYA...pantaslah RASULULLAH menyebut org beriman itu "SAKANUN" manusia TERTENANG dari goncangn dunia, SUBHANALLAH,
oleh : KH. Muhammad Arifin Ilham

Thursday, April 14, 2011

Masalah adalah tantangan



Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap
bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak
maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
 
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan
menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin
akan menghadapinya. Namun, masalah dalah hadiah yang dapat anda terima
dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan
dibalik setiap masalah.
 
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka,
hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah,
anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun
masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
 
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada
a
nak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat
di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu
dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap
induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku!
Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri
sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda
tak akan menjadi seseorang yang sejati.
 
Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun
kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap
berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.
 
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang
anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun
begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus
memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk
bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya berhenti
pada langkah pertama!
 
Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai,
gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah
masalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya
perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda
adalah berkarya menemukan kebahagiaan.
 
Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan
selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan
pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah
kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan,
anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda terkagum
pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi
kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah
keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu.
Berusahalah terus!
 
Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah,
belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang
yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara
momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi
karya besar.
 
Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati.
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda
perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di
atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan
orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun
rela berkorban untuk keberhasilan anda.
 
Seorang bijak berujar. ”Bila busur anda patah dan anak panah
penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh
hatimu.” Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.
Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda.
Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai
anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala
semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis
daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
Have a positive day!
Salam,
Mohamad “BEAR” Yunus

Wednesday, April 13, 2011

Mengubah fokus kita dari hal yang buruk menjadi hal baik.

Sebuah renungan lama yang dikirimkan kembali oleh salah seorang teman
saya.. Semoga bisa mengubah fokus kita dari hal yang buruk menjadi hal
yang baik.

Dua Batu Bata Miring

Ada seorangg tukang bangunan mendirikan sebuah tembok dengan batu bata. Satu
persatu bata itu dipasang, sebulan kemudian, berdirilah sebuah tembok
setinggi 4 meter di hadapannya. Si tukang  berdiri di depan tembok sambil
memandang mengagumi hasil karyanya, tapi tiba2 matanya tertuju melihat ada
2 bata yg telah keliru menyusunnya. Semua batu bata sudah lurus, tetapi 2
batu bata tsb tampak miring. Mereka terlihat jelek sekali. Saat itu,
semennya sudah terlanjur keras utk mencabut 2 batu bata tsb. Si tukang
menjadi kesal. Sejak saat itu dia sangat membenci melihat tembok tsb. Dia
melihat 2 batu bata yg miring tsb telah mempengaruhi keseluruhan tembok
tsb menjadi jelek.  Sampai suatu hari, ada seorang melewati tembok tsb dan
berkomentar "itu tembok yg indah". Si tukang menjawab dgn terkejut "pak,
apakah penglihatan anda terganggu? Tidakkah anda melihat 2 batu bata jelek
yg merusak pandangan keseluruhan tembok itu?"
Orang itu berkata "Ya saya melihat 2 batu bata jelek itu, namun  saya juga
melihat 998 batu bata yg bagus, di sekeliling 2 batu bata yg jelek adalah
batu bata2 yg bagus dan sempurna".

Dalam kehidupan ini kita sering memutuskan suatu masalah dgn hanya
memvonis kesalahan, tanpa mengabaikan kebaikan-kebaikan yg pernah ada, mata kita
hanya terfokus pd kekeliruan yg diperbuat. Teman yg telah puluhan tahun,
menjadi musuh hanya perdebatan sehari. kekasih yg sudah tahunan pacaran
berpisah hanya karena bertengkar sehari. Kita hanya melihat 2 batu bata yg
jelek, pada kenyataannya, ada jauh lebih banyak batu bata yg bagus. Begitu
kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi.
Maafkanlah sesama, meski kadang tidak sepaham.
Memberi damai pd orang berarti juga memberi kedamaian untuk diri kita sendiri,
 termasuk dgn kesalahan2 yg pernah dibuat.
damailah hidup ini, damailah jiwa ini, damailah Indonesia.

Monday, April 11, 2011

Religious

RASULLAH brsabda,"Ssungguhnya umatku yg paling dekat dgku di akhirat kelak adlh yg paling lembut tutur kata,paling mulia akhlaknya,paling rendah hati & SENANG MENYESUAIKAN DIRI dg sesama",(Ath Thobrani),"Smakin beriman,semakin brtaqwa,smakin senang ibadah,smakin smangat amal sholeh,smakin mulia akhlaknya,smakin SIBUK & ASYIK memperbaiki dirinya,sama skl tdk tertarik mncari kkurangn apalagi aib org lain,SUBHANALLAH. 
By:  K. H. Muhammad Arifin Ilham
 

Moto Hidup

Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran.
- James Thurber

Sunday, April 10, 2011

Moto Hidup

Bekerjalah bagaikan tak butuh uang. Mencintailah bagaikan tak pernah disakiti. Menarilah bagaikan tak seorang pun sedang menonton.
- Mark Twain

Friday, April 8, 2011

Praktikum 1@Java Programming

Pembahasan Object & Class

Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming) merupakan teknik membuat suatu
program berdasarkan objek. Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang objek, saya beri sebuah
contoh : Meja, Kursi, Jam Dinding dan yang lainnya merupakan contoh objek. Objek yang disebutkan
tadi umumnya berada didalam sebuah ruangan, ruangan apabila kita melihatnya dari sebuah rumah bisa
juga dikategorikan sebuah objek dan rumah jika dilihat dari cara pandang yang lebih luas lagi juga
merupakan objek. Jadi sebuah Objek merupakan suatu bentuk atau model yang tergantung dari cara
pandang objek dimaksud.
Meja, Kursi, Jam Dinding ada dalam sebuah Ruangan.
Ruang A, Ruang B, dan Ruang yg lain berada dalam sebuah Rumah.
Rumah 1, Rumah 2 dan Rumah yang lain juga berada didalam suatu tempat yang lebih luas yaitu Bumi,
Dst.
Dan bukan tidak mungkin didalam Objek Jam Dinding terdapat objek-objek yang lain yang lebih kecil
misalnya Batterai, Gear, dll.
Cara pandang kita dari sebuah Ruangan, Rumah atau Bumi merupakan Class apabila kita melihatnya
dalam Pemrograman.

Setiap objek memiliki Atribut dan Method. Atribut adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
karakteristik objek. Seperti Tipe, Model, Pintunya, Kusennya menggunakan kayu apa?, Warna Catnya,
merupakan salah satu atribut dari Rumah. Sedangkan Method dari Rumah adalah dapat melindungi dari
panas, hujan, angin. Jadi Method merupakan Fungsi atau segala sesuatu yang dapat dilakukan Objek.
Tanpa harus berteori lagi, kita coba langsung pemahaman tentang Objek dalam Pemrograman dan
untuk Bahasa Pemrogramannya saya menggunakan Java. Mengapa Java? Karena pengelolaan Objek
didalam Java lebih mudah dipahami.

- Ketiklah kode Program berikut ini, pada jendela utama TextPad. (“Perhatikan penulisannya !”)
//Latihan pertama
public class Pertama
{
public static void main(String[]args)
{
System.out.println("Kode Program Pertamaku");
}
}

- Buatlah sebuah Folder (mis: ContohJava) di C: (“ boleh juga selain C: “)
- Simpanlah Kode Program diatas pada Folder yang telah dibuat, beri nama file : “Pertama.java”
   tanpa tanda petik (“Perhatikan penulisan nama filenya!”).
- Lakukan Kompilasi (Compile) kode program yang telah dibuat dengan mengklik Menu Tools,
External Tools, Compile Java. Atau dengan menekan Tombol CTRL + 1. (Gambar 4)
Jika tidak ada yang salah, pada Jendela Output akan ditampilkan pesan “Tools Completed
Succesfully”
- Setelah dikompilasi, jalankan program dengan mengklik Menu Tools, External Tools, Run Java
Applications atau dengan menekan tombol CTRL + 2.

//Latihan kedua
class Sepeda{
   public static void Speed(){
  System.out.println(“Kecepatan Sepeda”);
   }
   void Pedal(){
  System.out.println(“Pedalnya ada 2”);
   }
}
Simpan dengan nama file “Sepeda.java”
Compile kode program dengan shortcut CTRL+1

Tulis Kode Program Berikutnya:
//Latihan kedua
class SepedaBeraksi{
   public static void main(String[]args){
  Sepeda.Speed();
  Sepeda sepedaku = new Sepeda();
  sepedaku.Pedal();
   }
}
•Simpan dengan nama file “SepedaBeraksi.java”
•Compile kode program dengan shortcut CTRL+1
•Jalankan kode program dengan shortcut CTRL+2

sumber : Mata Kuliah Pemrograman Berorientasi Object

Thursday, April 7, 2011

Agama, Teknologi, dan Masa Depan

Agama, Teknologi, dan Masa Depan
Oleh : Dra. Marwah Daud Ibrahim, MA., Ph.D.

Tahun 1600 seorng ilmuwan Italia bernama Giordano Bruno dibakar hidup=hidup karena telah secara terbuka mendukung faham heliocentris (matahari sebagai pusat kosmos dan bumi mengitarinya). Padahal kaum agamawan Eropa ketika itu , meyakini yang sebaliknya (Yule, hlm. 95 dan Alisyahbana, hlm. 279). Hukuman bakar tersebut sesungguhnya hanyalah satu dari rentetan peristiwa yang menggambarkan pertentangan keras antara pihak agamawan dan ilmuwan pada abad ke 17 di Eropa.
Lalu, hampir empat abad kemudian, jelasnya pada musim gugur 1975 bertempat di Gustavus Adolphus College, Minnesota, terjadi sebuah peristiwa menarik. Pada waktu itu sebanyak 27 pemenang Hadiah Nobel dari berbagai disiplin ilmu dan 6 orang ahli agama berkonferensi untuk membicarakan sains di depan 4000 hadirin yang terdiri dari agamawan, ilmuwan dan mahasiswa (Robinson hlm. xiii). Kejadian ini menarik karena menggambarkan “keakraban” antara pihak agamawan dan ilmuwan di abad ke 20 ini.
Walaupun perpecahan antara ilmuwan dan agamawan tidak tercatat dalam sejarah perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (iptek) di Indonesia, tapi himbauan agar ilmuwan dan agamawan saling mendukung terdengar juga gemanya di Indonesia. Ajakan Prof. Dr. Soedjatmoko, mantan rektor PBB, yang menyerukan agar ulama ikut memilih teknologi dan memecahkan maslah duniawi (Suara Pembaruan, 23 November 1989 dan Ulumul Qur’an V.2, 1989). Simaklah jug pendapat Prof. Baiquniyang menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (iptek) terus menerus memerlukan bantuan agama (Pelita, 20 November 1989). Perhatikan pula karya tulisan Y.B. Mangunwijiya yang mengajalk kita menarik hikmah dari Galileo Galilei(Kompas, 7 November 1989 dan 20 November 1989). Bahkan kehadiran sebuah jurnal ilmu dan lebudayaan bernama Ulumul Qur’an ini, memperlihatkan keinginan untuk memesrakan hubunhan antara ilmiwan dan agamawan.
Pikiran bahwa agama dan ilmu saling melengkapi, mewarnai bahkan merupakan pijakan dasar tulisan ini. Dengan demikian keterangan diberikan dan di analisa di ajukan berdasarkan asumsi bahwa agama disatu pihak bisa menjadi suatu landasan etika dam upaya pengembangan dan penerapan ilmu dan teknologi. Dan iptek dipihak lain dapat membantu mengamalkan nilai nilai agama.
Konsep Aksiologis
Jujun S. Suriasumantri menjelaskan tujuan pengembangan iptek menurut versi ilmuwan. Menurutnya ilmu itu mempelajari gejala alam apa adanya dengan tujuan manusia dapat mengungkapkan rahasia alam dan mengontrol gejala gejala tersebut sesuai dengan hukum alam. Teknologi sendiri adalah penerapan pengetahuan ilmiah dalam bentuk peralatan yang membantu manusia memecahkan masalah masalah manusia yang bersifat praktis. Peralatan ini bisa berupa perangkat lunak berupa metode dan teknik perangkat keras peralatan fisik (Suara Pembaruan, 18 September 1989).
Al Qur’an sebenarnya memberikan etika dan tujuan yangsecara sistematis dapat dibagi 2. Pertama, untuk membentu manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, untuk membantu manusia menjalankan tugas kekalifahannya di bumi (Ghulsyani, hlm. 62). Mari kita kaji keduanya.
Iptek Meningkatkan Ketaqwaan
Apa betul iptek dapat membantu manusia untuk ebih menyadari kebesaranNya? Untuk pertanyaan ini Allah telah menyediakan jawaban da dalam Al Qua’an. Simaklah apa yang di firmankanNya dalam surat Al Jatsiyah (yang berlutut).
Sungguh, di langit dan dibumi ada tanda tanda (Kkuasaan Tuhan)bagi orang yang beriman (QS 45:3).
Pada dirimu yang Ia ciptakan dan pada binatang yang Ia tebarkan, nampak (pula) tanda tanda (kekuasaan bagi orang yang punya keyakinan)(QS 45:4)
Pun pada malam yang silih berganti dengan siang dan rezeki yang Allah turunkan dari langit. Kemudian Ia hidupkan bumi dengannya sesudah mati, dan pada perkisaran angin, nampak tanda tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang yang menggunakan akal pikiran(QS 45:5)
Pada terjemahan ayat ayat yang dikutip diatas dinyatakan bahwa sesungguhnya kemanapun kita memalingkan wajah kita tanda tanda kebesaranNya akan kita temukan. Tapi dalam kondisi dasar kita harus beriman, yakin dan menggunakan akal pikiran. Jika dengan segala kerendahan hati kitya mencoba simak makna sebagian dari ayat ketiga surat Al Jatsiyah diatas, maka dengan serta merta kita dapat mengerti betapa akal pikiran dapan menyadarkan kita akan kebesaran Allah. Serta iptek dapat membuat kita bersimpuh dan berlutut menyadari kekecilan kita sebagai hamba Allah. Surat tersebut menyatakan bahwa dilangit dan dibumi terdapat tanda tanda kebesaran Tuhan. Mari kita coba menganalisis lebih jauh.
Umumnya orang beriman yang membaca ayat tersebut akan berpikir atau berimajinasi tentang langit biru dan matahari yang dilihatnya di siang hari serta bulan yang bercahaya dan bintang yang gemerlapan yang disaksikannya di malam hari. Tetapi pikiran dan imajinasi seseorang yang memiliki ilmu yang cukup dalam bidang kosmologi dan astronomi akan memerobos dan menembus jauh kekedalaman samudra angkasa luar dengan segala yang ada di dalamnya. Orang yang berilmu tadi tentunya berpikir betapa mahaluasnya alam ciptaan Tuhan dan betapa banyaknya isi yang ada di dalamnya. Dan kesemuanya ini akan membuatnya berlutut dan bersujud menyadari kemahabesaran Allah.
Baru saja bulan November 1989 yang lalu, ilmuwan dengan perangkat teknologinya berhasiil mengintip quasar yang jauhnya 14 milyar tahun cahaya dari bumi tempat kita bermukim (Kompas, 26 November 1989). Membaca berita ini akan membuat seorang ilmuwan yang beriman untuk mengucap “Allahu Akbar” dengan sanubari bergetar. Betapa tidak, berita ini mampu menyadakan manusia tentang betapa luasnya langit dibalik awan yang berarak diatas kita ini.
Bayangkan saja satu detik cahaya sama dengan 300.000 (tepatnya 270.000) kilometer. Itu berarti 1 menit cahaya jauhnya 18.000.000 kilometer. Satu tahun cahaya sendiri berarti sama dengan 10 trilyun (tepatnya 9.460.000.000.000) kilometer (World Book hlm.20). jadi quasar yang baru saja ditemukan itu jaraknya 140 trilyun trilyun kilometer atau 140.000.000.000.000.000.000.000.000 dari bumi. Jangan lupa menurut Edwin Hubble universum yang terobservasi ini membesar atau berekspansi terus (Chown, hlm. 39).
Bandingkan luas universum yang terobservasi dengan manusia itu dengan bumi kita yang lingkaran equatorialnya “hanya” 40.075 kilometer (World Book, hlm.23).dengan pengetahuan betapa mahaluanya universum kita, seorang manusia, bahkan yang menjadi presiden sekalipun akan patuh untuk bersujud memproklamirkan kebesaranNya dan menyatakan kekecilan dirinya. Jangankan negara yang dikuasainya, bumi yang dihuninya tak ubahnya bagai setetes air di samudra yang teramat luas. Atau meminjam istilah Carl Sagan bumi kita ini bagaikan setitik debu yang beterbangan dipagi hari.
Betapa tidak bumi yang kita huni ini hanyalah satu dari milyaran benda langit yang mengitari matahari atau tunduk dalam sistim orbit tata surya kita. Bumi ini hanya satu di antara sembilan planet planet matahari (selain Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto). Selain planet planet ini, benda langit yang tunduk pada gravitasi matahari masih banyak lagi. Diantaranya masih ada lebih dari 30 satelit alam (termasuk bulan yang secara rutin dapat kita saksikan di malam hari), ratusan satelit buatan manusia (termasuk satelit PALAPA); sekitar 30.000 asteroid, lebih dari sekitar 100 milyar komet (termasuk Halley yang akhir akhir ini menjadi pusat perhatian); dan tidak terhitung debu dab gas antariksa (Cochran, hlm.1).
Matahari kita sendiri ini menurut Harlow Shapley hanyalah satu dari sekitar 200 milyar bintang yang bergerak dengan teratur yang sistem galaktika yangbernama Bima Sakti (Milky Way Galaxy). Dan masing masing bintang ini sesungguhnya adalah matahari bagi trilyunan planet, satelit, asteroid dan komet (Cochran, hlm.1,2).
Dan galaksi kita sendiri merupakan satu diantara ratusan milyar galaksi lain dalam universum kita. Bahkan diperkirakan lagi universum kita hanyalah satu dari sejumlah universum lain dalam kosmos (Mangunwijaya, Kompas, 20 November 1989). Dengan bayangan seperti ini dalam pikiran kita, terasalah betapa maha besarnya Allah, pencipta langit dan yang ada di dalamnya.
Perasaan kecil kita dan kesadaran akan kebesaran Ilahi akan semakin terasa lagi jika kita memikirkan upaya mengunjungi benda langit lainnya. Sampai saat ini manusia hanya mampu sampai ke bulan, satelit bumi yang jaraknya hanya satu detik cahaya dari bumi. Kini Amerika dan Rusia, dua negara yang paling depan dalam penjelajahan luar angkasa, sedang mengupayakan perjalanan menuju planet Mars, yang juga masih terletak dalam sistem tata surya kita.
Jika kita menginginkan perjalanan intragalaktika dan inter galaktika maka kita akan semakin mengakui kemahabesaranNya. Betapa tidak, untuk mengunjungu Alpha Centauri, tetangga terdekat matahari yang jauhnya 4,3 tahun cahaya itu kita masih belum dapat memikirkan kemungkinannya (World Book, hlm.18). karena jika kita memiliki pesawat antariksa dengan kecepatan cahaya maka kita akan sampai disana setelah berada di perjalanan selama 4,3 tahun.
Ingat dengan pesaat secepat cahaya ini (300.000 kilometer per detik) kita dapat mengelilingi bumi yang garis lingkarnya hanya 40.750 kilometer itu sebanyak 7 kali dalam setiap detiknya. Dengan katalain dengan mengendarai pesawat secepat cahaya dalam satu kedipan mata saja manusia dapat mengitari bumi sebanyak 7 kali atau dapat pulang pergi Sabang Merauke 28 kali. Pesawat antariksa yang manusia miliki sekarang “baru” berkecepatan 35.000 kilometer per jam. Jadi untuk mengunjungi tetangga galaktika terdekat kita memerlukan waktu perjalannan selama 100.000 tahun (Cochran, hlm.1). padahal usia rata rata manusia baru mencapai usia 60=an tahun.
Kalau untuk mencapai Alpha Centauri, tetangga bintang terdekat dalam galaksi kita yang jaraknya hanyalah 4,3 tahun cahayadari bumi membutuhkan 100.000 tahun, maka tak dapat dibayangkan lamanya perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai tetangga terdekat dalam galaksi kita yang jaraknya diperkirakan 200.000 tahun cahaya itu (World Book, hlm.20). lebih lebih tak mampu kita bayangkan lama waktu perjalannan untuk tiba di quasar yang baru ditemukan yang jaraknya 14 milyar tahun cahaya itu. Sungguh, mahabesar Allah dengan segala ciptaannya.
Uraian di atas hanya bagian dari satu ayat :
“Sungguh di langit dan di bumi ada tanda tanda kebesaranNya”(QS 45:3).
Dari renungan ayat ini saja, manusia yang memiliki ilmu menjadi tergetar menyadari kemahabesaranNya. Itu baru ketika mencoba melihat luasnya universum dan banyaknya benda yang ada didalamnya. Belum lagi melihat sifat sifat dari benda benda yang ada di dalamnya tersebut, proses penciptaannya, aturan orbitnya dan sebagainya.
Bayangkan betapa terbatasnya ilmu manusia jika mereka mau melihat pula apa yang ada di bumi dan melihat dirinya, melihat binatyang, pergantian siang malam, perkisaran angin dan sebagainya seperti yang tertera dalam surat Al Jatsiyah
Jenis binatang yang sudah diidentifikasi oleh saintis sudah hampir satu juta, yang terbagi atas lebih kurang 80.000 jenis serangga, 21.000 jenis ikan, 86.000 jenis burung, dan 4.000 jenis mamlia. Dan jenis tumbuhan yang diidentifikasikan oleh saintis sudah mencapai 350.000 (World Book, hlm 37,66). Untuk mengerti satu jenis binatang atau satu jenis tumbuhan saja mungkin membutuhkan penelitian yang sangat lama oleh ribuan atau malah mungkin jutaan ahli. Itupun belum dapat mengungkap ilmu Allah SWT tentang binatang atau tumbuhan yang diteliti itu.
Pengetahuan kita yang sangat terbatas tentangnya membuat kita menyadari kebesaranNya. Ilmu pengetahuan baru saja membantu kita menyingkap keluarbiasaan cara kerja otak manusia. Menurut Prof. Steinburch seperti yang dijelaskan oleh Prof. BJ. Habibie dibutuhkan komputer sebesar bola bumi ini (Makka, hlm. 38). Ini baru otak, belum organ tubuh lainnya yang juga keluarbiasaan mekanisme kerjanya telah banyak disingkap oleh ilmu dan teknologi. Semua ini memperlihatkan, bahwa iptek sesungguhnya dapat membantu manusia menyadari kebesaran Allah SWT.
Mensyukuri Nikmat Allah
Dapatkah iptek membantu manusia mensyukuri nikmatNya?
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS 6:18).
Seorang yang berilmu dan beriman serta mau menggunakan akal pikiran akan mengucap syukur untuk hal hal yang jauh lebih luas dan jauh lebih mendasar. Perkembangan dan kemajuan iptek membantu kita mensyukuri nikmat Allah tersebut sekaligus menambah rasa takut kita kepadaNya.
Sesungguhnya kita manusia yang berjumlah 5 milyar berada dalam sebuah pesawat yang bernama bumi yang terbang terus menerus dalam kecepatan yang luar biasa (1.686.960 kilometer per jam). Jika mobil yang direm mendadak dalam kecepatan 100 kilometer per jam dapat membuat penumpangnya meninggal seketika. Bayangkan yang terjadi jika bumi dengan kecepatan 1.686.960 kilometer per jam (468.600 meter per detik) di rem Allah sedetik saja.
Walaupun semua air samudra yang kita pakai untuk menuliskannya tidak akan mampu menerangkan semuanya ilmu dan nikmatNya.
Iptek Membantu Tugas Kekalifahan
Ironisnya, banyak diantara pengkritik sains dan teknologi itu adalah pemanfaat sains dan teknologi mutakhir. Mereka menulis kritikan dengan komputer mutakhir. Berangkat dari seminar ke seminar untuk mengkritik iptek modern dengan pesawat berteknologi paling canggih.
Tanpa bantuan sains dan teknologi manusia masih hidup di dalam gua, memakai baju terbuat dari kulit kayu dan makan binatang buruan. Ipteklah yang telah membantu manusia untuk mencukupi makanannya dengan mengembangkan sistem pengairan 3.000 tahun yang lalu. Tanpa iptek kebutuhan pangan dunia tak dapat dipenuhi seperti sekarang ini, demikian pula kebutuhan papan dan sandangnya. Kitapun boleh yakin bahwa dengan iptek kita bisa mengharapkan kelanjutan kehidupan manusia, bukan hanya di planet bumi ini tapi boleh jadi kelak manusia akan bertransmigrasi ke planet lain dalm sistem tata surya kita atau malah bermigrasi ke galaktika lain.
Bahkan kini dengan sebuah compact disk atau chip computer sebesar biji kacang dapat menyimpan informasi yang memungkinkan pemakaian kerjas lebih irit. Ini berarti bahwa kecenderungan pemanfaatan dapat dikurangi dengan bantuan iptek.
Kita yakin bahwa, daya tampung bumi hanya Allah semata yang mengetahuinya. Iptek dapat membantu manusia untuk mengurangi keterbatasan tanah pemukiman dengan membuat gedung gedung bertingkat, lahan yang luasnya 1.000 meter dapat menjadi 100.000 meter dengan gedung bertingkat 100.
Kita juga tentu bisa membayangkan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama ladang pertanian juga dapat dibuat bertingkat sehingga jumlah lahan garapan yang hanya 100 hektar dapat menjadi 10.000 hektar jika dibuat 100 tingkat.
Konsep Ontologis
Seseorang yang membaca ayat yang berisi ajakan Tuhan untuk melihat bagaimana onta diciptakan (QS 88:17) akan menyadari bahwa ayat ini berisi perintah untuk mempelajari segala objek bukan hanya tentang jenis binatang inii saja. Dalam mempelajari semut seorang ilmuwan dapat memfokuskan studi pada berbagai segi. Misalkan pada sistem bermasyarakat semut atau bagaimana semut yang kecil itu dapat membawa beban seberat 50 kali lebih berat dari berat badannya. Belum lagi belajar tentang makanannya, warnanya, proses reproduksinya, jenis jenisnya, alat inderanya, cara makannya, cara tidurnya, cara berkomunikasi atau manfaatnya bagi manusia dan seterusnya.
Ilmu Tuhanlah yang membuat burung terbang, ulat mengeluarkan sutra, ikan berenang renang, tupai berhibernasi, kupu kupu bermetamorfosa atau ular bergantii kulit. Belum lagi mengambil ikan, sayuran, buah buahan, susu, gula, air dan seterusnya sebagai objek studi yang tiada akhir pula. Sungguh Mahabesar Allah dengan segala ciptaanNya.
Tentu banyak lagi ilmu yang akan berkembang dimasa depan, tapi tampak nyata bahwa Al Qur’an akan selalu up to date dalam memberikan arahan ontologisnya.
Konsep Epistemologi
Dalam pengembangan ilmu dan teknologi, observasi dan meniru mekanisme kerja ciptaannya merupakan hal yang lazim. Misalnya, capung dalam desain helikopter, ikan paus dalam pembuatan kapal selam dan sebagainya. Disadari perlunya imajinasi dalam proses pengembangan iptek. Para pioner teknologi peroketan misalnya, merasa banyak didorong oleh buku buku fiksi sains, tulisan, Jules Verne dan H.G.Wells (Verne dan Wells).
Dalam AL Qur’an juaga disampaikan bahwa masih ada proses pengembangan ilmu dan teknologi yang lebih hakiki yaitu melalui ilham yang diberikan pada beberapa orang.
Bagaimanapun tingginya ilmu yang manusia miliki atau canggihnya teknologi yang manusia kembangka, manusia tak akan mampu menciptakan sesuatu.
Manusia mungkin bisa membuat robot atau komputer, tapi untuk bisa membuat itu, materinya sudah diciptakan oleh Allah berupa besi, tembaga dan sebagainya. Manusia tak akan mampu menciptakan makhluk sekecil semut sekalipun.
Strategi Pengembangan Iptek
Dalam pengembangan iptek memerlukan kerendahan hati. Iptek adalah common heritage of mankind (warisan bersama umat manusia). Tak satupun ilmu atau teknologi yang dapat di klaim oleh suatu ras, bangsa atau agama sebagai miliknya atau hasil pikir, atau kerjanya semata.
Isaac Newton sendiri, ilmuwn terbesar dianggap paling berpengaruh menyadari bahwa ia dapat melihat lebih tinggi karena berdiri diatas punggung 3 raksasa : Galelio, Copernicus dan Keppler.
Selain solider pada teman segenerasi dimanapun mereka berada juga diperlukan solidaritas kepada generasi yang akan datang sesudah kita. Kita punya kewajiban untuk membuat jalinan antar generasi ini tidak terputus.
Tantangan kita yang lebih strategis sebenarnya adalah menghilangkan dualisme antara ilmuwan dan agamawan sehingga dimana mana akan hadir cendekiawan yang beriman atau agamawan yang berilmu. Ini penting, ksrena seperti yang diingatkan oleh Albert Einstein, ilmuwan paling masyur di abad ke 20 ini : “Agama tanpa ilmu, buta. Ilmu tanpa agama, lumpuh”.