Wednesday, April 13, 2011

Mengubah fokus kita dari hal yang buruk menjadi hal baik.

Sebuah renungan lama yang dikirimkan kembali oleh salah seorang teman
saya.. Semoga bisa mengubah fokus kita dari hal yang buruk menjadi hal
yang baik.

Dua Batu Bata Miring

Ada seorangg tukang bangunan mendirikan sebuah tembok dengan batu bata. Satu
persatu bata itu dipasang, sebulan kemudian, berdirilah sebuah tembok
setinggi 4 meter di hadapannya. Si tukang  berdiri di depan tembok sambil
memandang mengagumi hasil karyanya, tapi tiba2 matanya tertuju melihat ada
2 bata yg telah keliru menyusunnya. Semua batu bata sudah lurus, tetapi 2
batu bata tsb tampak miring. Mereka terlihat jelek sekali. Saat itu,
semennya sudah terlanjur keras utk mencabut 2 batu bata tsb. Si tukang
menjadi kesal. Sejak saat itu dia sangat membenci melihat tembok tsb. Dia
melihat 2 batu bata yg miring tsb telah mempengaruhi keseluruhan tembok
tsb menjadi jelek.  Sampai suatu hari, ada seorang melewati tembok tsb dan
berkomentar "itu tembok yg indah". Si tukang menjawab dgn terkejut "pak,
apakah penglihatan anda terganggu? Tidakkah anda melihat 2 batu bata jelek
yg merusak pandangan keseluruhan tembok itu?"
Orang itu berkata "Ya saya melihat 2 batu bata jelek itu, namun  saya juga
melihat 998 batu bata yg bagus, di sekeliling 2 batu bata yg jelek adalah
batu bata2 yg bagus dan sempurna".

Dalam kehidupan ini kita sering memutuskan suatu masalah dgn hanya
memvonis kesalahan, tanpa mengabaikan kebaikan-kebaikan yg pernah ada, mata kita
hanya terfokus pd kekeliruan yg diperbuat. Teman yg telah puluhan tahun,
menjadi musuh hanya perdebatan sehari. kekasih yg sudah tahunan pacaran
berpisah hanya karena bertengkar sehari. Kita hanya melihat 2 batu bata yg
jelek, pada kenyataannya, ada jauh lebih banyak batu bata yg bagus. Begitu
kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi.
Maafkanlah sesama, meski kadang tidak sepaham.
Memberi damai pd orang berarti juga memberi kedamaian untuk diri kita sendiri,
 termasuk dgn kesalahan2 yg pernah dibuat.
damailah hidup ini, damailah jiwa ini, damailah Indonesia.

No comments: